Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Anal Seks Puteri Keraton Singosari

 Piool.com - Siang itu tampak rombongan pemburu berkuda tengah berkeliaran dilereng Gunung Arjuna. Rombongan itu terdiri dari dua orang gadis cantik dan empat orang prajurit pengawal. Dua orang gadis itu adalah Putri dari Kerajaan Singosari. Dua orang putri ini sudah sangat terkenal kecantikannya sampai ke pelosok negeri.


Apalagi putri yang pertama, yaitu Putri Tribuana Tungga Dewi yang berumur 19 tahun. Putri Tribuana memiliki bentuk tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang sedang ranum-ranumnya. Wajahnya agak lonjong dengan bibir tipis yang menggairahkan, serta mata yang bening dan hidung yang mancung. Rambutnya yang lurus dan panjangnya sampai punggung. Putri Tribuana memakai celana panjang berwarna hijau, sementara dipinggangnya melilit kain sebatas lutut yang sangat indah. Banyak sekali pangeran-pangeran dari kerajaan tetangga yang tergila-gila dan berusaha melamar, tapi Putri Tribuana selalu menolaknya. Putri yang satu adalah adik dari Putri Tribuana yang bernama Putri Ayu Pualam.

Putri Ayu baru berusia 15 tahun, tapi kecantikannya tidak kalah dengan kakaknya. Kulitnya putih mulus seperti susu, dengan buah dada yang tidak begitu besar, tapi sudah terlihat menonjol. Wajahnya selalu ceria dengan bibir mungil yang selalu tampak basah kemerah-merahan. Putri Ayu Pualam tampak anggun duduk diatas kuda sambil tangannya memegang busur dan anak panah. Dua orang putri kerajaan itu memang gemar sekali berburu dan berpetualang. Kalau sudah berburu kadang sampai berhari hari.

Kali ini rombongan Tuan Putri tampak masuk jauh ke dalam hutan di lereng Gunung Arjuna. Kedua putri itu tampaknya penasaran dengan sepinya binatang buruan. Tidak sadar bahwa hutan semakin lebat dan gelap. “Tuan putri, maafkan hamba, tampaknya hari menjelang gelap, sebaiknya kita segera mendirikan tenda, agaknya kita terpaksa menginap di hutan ini.” seorang prajurit berkata sambil jongkok menyembah. “Baiklah, agaknya kita harus menginap di sini Nimas Ayu.” Putri Tribuana memandang adiknya. Putri Ayu Pualam hanya mengangguk, lalu meloncat turun dari kudanya.

Malam itu Kedua putri itu tidur dalam satu tenda, sementara di luar tampak para prajurit berjaga secara bergiliran. Tanpa mereka ketahui, dari jauh tampak beberapa pasang mata mengawasi mereka. Mereka adalah para perampok yang kebetulan juga menginap di hutan itu, jumlah mereka 4 orang. Yang paling depan tampaknya pemimpin mereka, tubuhnya tinggi besar, mukanya penuh brewok dan cambang yang tidak terurus.




“Siapa mereka kakang? kayaknya putri keraton. Wadoh.. doh.. dooh ..cantik-cantik lagi.”
“Hmm.. kalau dak salah, mereka itu dua orang putri dari Singosari yang sangat terkenal kemolekannya itu.” Si brewok bergumam.
“He..he..he.., malam ini kita akan pesta”
“Hah.. Gila kau, Kang! Kalau benar dia putri dari Singosari, sama saja kita cari penyakit. Sang Prabu Singasari pasti akan sangat marah, dan memerintahkan pasukannya untuk membunuh kita”.
“Ah, goblok!! kita kan bisa lari ke Kediri, pasukan Singasari tidak akan berani mengubek-ubek Kediri. Atau kemanalah, pokoknya tidak di Singasari.”
“Iya Kang, kapan lagi kita bisa menikmati tubuh putri keraton yang sudah sangat terkenal kecantikannya itu.” Perampok yang lain menyahut sambil jakunnya turun naik. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Istri Ku Di Anal Kerajaan Ghaib Laut Selatan

 Aopok.com - Tak terasa waktu 10 tahun berlalu dengan singkat. Malam yang sunyi sepi di tepi pantai laut selatan yang saat itu begitu hening dan tenang. Terlihat setitik cahaya api dari kejauhan di salah satu sudut kawasan pantai dari sebuah pulau yang hampir-hampir tidak pernah didatangi oleh manusia karena memang tidak dapat dilihat dengan mata biasa karena terdapat suatu lapisan pelindung dari kekuatan gaib yang sangat tinggi yang melapisi keberadaan pulau itu.


“Suatu kejadian baik, buruk, kebahagiaan, kesengsaraan, keberuntungan, kesialan, dan lain sebagainya adalah merupakan hal yang selalu dan harus diterima oleh setiap makhluk yang hidup di dunia fana ini yang merupakan perjalanan panjang dari sisi hidup dan kehidupan. Hal yang indah bisa menjadi malapetaka yang pada akhirnya dapat membuat seorang insan menemukan jati diri dan alur kehidupannya. Ilmu, harta, kuasa dan wanita hanyalah sebagai nikmat yang dianugerahkan dari yang Maha Kuasa kepada manusia yang bisa mendatangkan berbagai cobaan kepada manusia itu sendiri. Itu adalah 4 hal wajib yang harus diingat olehmu,” terdengar panjang lebar penuh makna suara berat nan berwibawa dari makhluk berjubah merah kepada seorang pemuda berambut gondrong berpakai warna derah muda dan berikat kepala yang serasi dengan warna pakaian yang dikenakannya, berusia 20 tahunan berwajah sangat tampan tetapi asing, bertubuh tegap dan kekar sebagai tanda hasil tempaan keras dengan tinggi 180 cm dan kulit bule agak kecoklatan terkena sinar matahari pantai namun menambah keperkasaan dan kejantanannya. (tentang asal-usul pemuda ini baca ” Petaka Laut Selatan”)

“Dengar suara hati kecil, menimbang dengan fikiran yang jernih dan bertindak sesuai keadaan adalah 3 cara untuk untuk menjaga diri dan keselamatan manusia dan jangan sekali-kali kau bertindak berdasarkan nafsu amarah atau dendam yang akan membakar dirimu sendiri. Menegakkan kebenaran dan keadilan adalah 2 tugas yang paling utama bagimu dalam mengamalkan ilmu yang telah kau dapat untuk kemashlatan umat banyak. Untuk selalu kau ingat dan kau jaga berbagai hal utama yang telah kusebutkan maka akan kutanam guratan 234 di atas kemaluanmu yang khasiatnya akan dirasakan sendiri olehmu sebagai pegangan hidupmu dalam mengarungi dunia luas yang penuh kekacauan dan kemunafikan dan mulai saat ini aku memberimu nama Joe Edan dengan gelar Pendekar Pasak Bumi 234. Untuk melengkapi ilmu yang telah kau dapat, dapatkanlah senjata maha sakti Tongkat Pasak Bumi yang konon bahannya terbuat dari logam yang jatuh dari langit berjuta-juta tahun yang lalu dan menimbulkan kejadian dan perubahan di muka bumi. Senjata itu tersimpan di sebuah Kerajaan Gaib Laut Selatan yang dipimpin oleh seorang Ratu yang dikenal dengan Ratu Laut Selatan yang bernama Nyi Roro Kidul”.

“Dimanakah letak kerajaan itu Guru?”
“Kerajaan itu terletak di dasar laut selatan yang paling dalam juga kerajaan kasat mata sama halnya dengan pulau ini dan hanya manusia yang dikehendaki atau memiliki kunci untuk membuka jalan ke kerajaan tersebut”




“Jadi, bagaimana saya dapat mencapainya Guru, kalau memang keberadaannya seperti itu,” dengan heran
“Ambillah seruling gading ini untuk membuka pintu laut selatan yang dijaga makhluk Jin yang sangat hebat ilmunya dan serahkan surat ini dan kalahkan ia sebagai syarat mutlak yang harus kau lakukan”
“Satu hal lagi yang harus kau ingat, senjata itu terlihat hanya salah satu ujungnya saja sedang ujung yang satu lagi tertanam hingga belahan dunia bagian utara”
“Hahh, lalu bagaimana saya bisa mencabutnya Guru?” tanya Joe terbengong-bengong dengan tampang bloon.
“Bila senjata itu memang berjodoh denganmu maka tidak akan sulit untuk mencabutnya namun kau harus memikirkan sendiri caranya” Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Nikmatnya Anal Ayu Istri Teman

 Tradingan.com - Setelah beberapa kali aku tidur dengan wanita setengah baya yang begitu asik dan nikmat! Aku semakin senang bersetubuh dengan wanita wanita yang usia jauh lebih tua dariku. Ada perasaan puas bisa membuat mereka dapat mencapai titik persetubuhan yang sangat di idam idamkan oleh setiap wanita.

Setelah pertempuranku yang sangat melelehkan dengan Ibu Lastri, aku benar benar harus mengkonsumi beberapa multi vitamin dan berolahraga agar staminaku tetap fit. Apalagi tubuh Ibu Lastri yang begitu besar sehingga selain capai bergoyang aku juga harus menahan bobot tubuhnya yang kelewat besar,


Dua hari setelah pertempuranku dengan Ibu Lastri, Hpku berdering. Oh ya sekarang aku harus memakai 2 HP dengan nomor yang berbeda, yang satu khusus untuk menerima telfon dari wanita wanita yang mengajakku kencan dan yang satu lagi untuk keluarga dan teman temanku.
“Hallo Pento ya! Ini Ibu Lastri masih ingatkan?”
“Hallo Ibu Lastri apa khabar.., tentu aku masih ingat dengan Ibu!, ada apa nih Bu?”, tanyaku.
“Gini pen!, Ibu cerita sama temen Ibu tentang kamu, dan temen Ibu itu tertarik mau mencoba segala keramah tamahanmu, Gimana kamu maukan? Kalau kamu ok, temen Ibu itu sekarang ada di hotel Horison Lt empat.
“Wah, kenapa engak Ibu aja yang ngajak saya!, Ibu ngak puas ya sama saya! pelan sekali suaraku takut terdengar teman temanku yang lain.
“Ngaco kamu, kalau Ibu ngak puas, ngapain juga Ibu promosiin kamu sama temen Ibu!, iyakan”.
“Ok deh Bu Lastri saya mau, jam berapa saya bisa datang “.
“Terserah kamu!, kalau kamu bisa keluar dari kantor sekarang, sekarang aja kamu langsung kesana!, gimana jam berapa kamu bisa?

Setelah berpikir sejenak aku memutuskan untuk pulang kerja jam tiga sore, apalagi Ibu Mila belum kembali dari LN.
“Ok Bu Lastri, jam tiga saja aku pasti datang, oh ya.. nama temen Ibu siapa?
“Namanya Ibu Ayu, dia ada dilantai empat kamar xx, dan jangan kecewaiin Ibu ok, Ibu mau telfon temen Ibu dulu memberi kabar kalau kamu datang jam tigaan Bye “.

Wah ada rejeki nih, Cuma aku jadi berpikir lagi!, jangan jangan temen Ibu Lastri sama dengan Ibu Lastri yang bertubuh besar namun aduhai!, bisa celaka dua belas nih. Dengan alasan yang kubuat buat jam 2:30 aku ijin dari kantorku, dengan taksi aku meluncur ke daerah Ancol menuju hotel Horison.

Setelah masuk kedalam Lobby aku bilang sama receptionist kalau aku saudaranya Ibu Ayu di lantai empat dan mau berjumpa dengan beliau.


“Sebentar ya Pak saya tanya Ibu Ayu dulu”, jawab receptionist dengan ramahnya.
“Hallo sore Ibu Ayu maaf mengganggu, ini dari looby ada tamu yang mau bertemu Ibu “
“Namanya Pento Bu “.
“Iya.. iya selamat sore Bu”, jawab receptionist sambil menutup pembicaraan.
“Silakan Mas! lagsung naik saja sudah ditunggu “.
“Terima kasih Mbak”, jawabku

Setelah sampai diatas dan berada didepan kamar Ibu Ayu, jantung ku berdebar dengan keras!, aku agak sedikit grogi. Kuketuk pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka.
“Pento ya?, mari masuk jangan bengong gitu dong, ntar kesambet si manis jembatan ancol lu “. sapa Ibu Ayu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Istri Ku Mengajari Teman Anal Sex

 Aopok.com - Hujan di luar makin deras. Tetes airnya menimpa-nimpa atap seng dan menimbulkan bunyi agak berisik. Kami berdua masih di atas sofa. Berpelukan. Di TV sedang ditayangkan acara berita. Tapi kami tak punya konsentrasi lagi untuk menyimaknya. Bahar menatapku, lalu mengajak masuk ke kamar tidur. Tubuhnya yang sudah setengah telanjang itu langsung menuju ke kamar tidur sedangkan aku siap-siap untuk menutup pintu dan jendela rumah, lalu mematikan TV.


Begitu masuk ke kamar, kudapati Bahar sudah tergolek, telanjang bulat di atas tempat tidur. Baju kaosnya telah tersampir di sandaran kursi dekat ranjang.

Lelaki ini, makin hari makin membuat hidupku bersemangat saja. Segala yang ada padanya mampu memberiku warna dan jiwa tambahan. Dan malam ini tampaknya ia tak sekedar ingin memberiku warna, tapi sebuah pelangi!

Aku mulai mencopoti pakaianku sendiri. Dan tak lama kemudian tubuhku pun sudah polos tanpa penutup apapun.

Kudekati Bahar dengan perasaan berdebar. Mata kami terus bertatapan. Dia mencoba tersenyum padaku. Tapi aku terlalu tegang untuk membalasnya. Dalam jarak dekat baru kusadari bahwa di tangan kanannya sudah tergenggam sebotol kecil baby oil..

Baby oil? O.. o.. o.. Aku sadar sekarang, rupanya inilah rencana Bahar yang sejak sore tadi membuatku penasaran.

“.. Kemarin, waktu mampir ke kota, aku sempatkan untuk membeli ini..” tanpa kutanya dia menjelaskan sambil menunjukkan botol kecil berwarna bening itu.

“Buat apa?” aku masih ingin berpura-pura. Padahal sudah bisa kutebak untuk apa baby oil itu akan digunakan.

Bahar tampaknya tak peduli lagi dengan kepura-puraanku. Tanpa banyak bicara dibukanya tutup botol kecil itu lalu ditariknya tanganku dan beberapa tetes minyak bening itu dituangkan ke telapakku.

Bahar mengambil posisi duduk bersandar bantal, melipat kedua lututnya ke atas dan membuka kedua pahanya lebar-lebar, seperti yang dilakukannya di sofa tadi.

Begitu ia merasa siap dengan posisinya, Bahar lalu memintaku untuk mengusapkan baby oil itu ke sekitar selangkangan terutama di sela-sela pantatnya.



Tanpa banyak bicara lagi, kuturuti permintaannya. Seketika kulit di daerah itu jadi basah dan licin berlumuran minyak yang sebenarnya untuk bayi itu. Ya, tapi malam ini ia memang akan jadi bayi bagiku. Bayi besar.

Selanjutnya aku tak perlu lagi diajari bagaimana harus berbuat. Tanganku langsung mengusap-usap dan mengaktifkan jari tengahku dengan gerakan menggelitik secara perlahan, menelusup masuk ke celahnya, menciptakan gerakan-gerakan yang membuatnya makin gelisah, dan makin gelisah. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Boleh Ngentot Istriku Asal Crot di Anus

 Piool.com - Bahar lalu mulai membelitkan kedua kakinya pada pinggangku dan akupun lalu berusaha memeluk dia sambil kuciumi bibirnya dengan bernafsu. Nafas kami saling memburu dan erangan kami tersendat oleh mulut kami yang terus lumat berciuman. Tubuh kami telah menyatu. Benar-benar menyatu dan lengket tak mau lepas. Bagai dua ekor anjing ketika sedang kawin.


Kunaik-turunkan pantatku, karena kurasakan jalan masuk yang semakin lancar saja. Sementara di bawah sana kaki Bahar melingkar mendesak-desak makin erat seolah meminta aku melakukan tusukan lebih dalam lagi.

Sesekali kulakukan gerakan-gerakan erotis; memutar dan mengulir bergantian, membuat Bahar makin meningkatkan belitan kakinya. Kuku tangannya terasa mencengkeram punggungku. Dalam kondisi biasa mungkin aku sudah kesakitan dicengkeram seperti itu.

Suara lenguhan kami makin keras terdengar. Bagai kerbau tengah terluka. Melenguh, mengerang, lalu melenguh lagi. Kenikmatan..

Sosoknya memang bagai kerbau. Kulit dan dagingnya tebal lagi liat. Tubuhnya kekar dengan bagian-bagian tertentu berotot kokoh. Kulitnya yang gelap, makin mendekatkan perumpamaan itu. Dan saat ini kerbau itu tengah menggelepar-gelepar penuh keringat di bawah tubuhku. Bunyi lenguhannya setiap kali terdengar seiring hujaman yang kulakukan. Kadang ia mengerang bila aku sedikit saja mengendurkan aksiku. Seolah tak rela aku menarik nafas barang sejenak, dan menuntutku untuk terus membuatnya tersentak-sentak.

Ternyata, nikmat sekali rasanya permainan seperti ini. Seluruh otot di kemaluanku bagai meluncur-luncur, serasa dipijit-pijit dan diremas-remas oleh sesuatu yang lembut dan licin. Apalagi bila Bahar melakukan konstraksi pada otot cincin yang ada di celah tubuhnya itu. Rasanya seperti menjepit lalu mengisap-isap dan menyedot batangku. Membuat mulutku megap-megap saking enaknya.

Bahar sendiri tampaknya sangat, sangat meresapi permainan ini. Matanya kulihat ‘merem-melek’ menikmati setiap genjotanku dan mulutnya sebentar-sebentar menguncup dan mengeluarkan suara mendesis, seolah-olah menahan sesuatu yang tak kuat ditanggungnya.



Aku terus berusaha membantu dia untuk mencapai puncak kenikmatannya. Batang kemaluannya yang beberapa saat luput dari perhatianku, kali ini mulai kugenggam. Ujungnya sudah basah penuh cairan. Precumnya banyak sekali! Ketika kucoba melakukan gerakan mengonani dia. Tubuh Bahar langsung menggeliat, punggungnya melengkung saking nikmatnya.

Ternyata gerakan tanganku yang naik turun itu membawa kenikmatan tidak hanya pada dia, tapi juga padaku, karena otot di sekitar pantatnya jadi ikut ketarik dan berkonstraksi seiring gerakan kocokanku. Batang kemaluanku makin terasa bagai diisap-isap oleh lubangnya yang rasanya makin licin itu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Istriku Tanpa CD Demi Menggoda Temanku 1

 Iklans.com - Kemarin, sekitar jam 8 malam aku mendapat telepon dari Bahar. Itu menurut Pak Roy yang kebetulan menerimanya. Bahar telepon lewat jalur sentral. Barangkali sebelumnya dia sudah mencoba telepon ke kamarku tapi tidak ada yang mengangkat.

Malam itu aku memang sedang keluar diajak Pak Gunawan nongkrong dan ngobrol-ngobrol di Boulevard pinggir laut. Pantas, aku agak gelisah waktu itu. Pak Gun sampai beberapa kali menegurku karena tak menyimak apa yang sedang diobrolkannya.


Ah! aku jadi merasa bersalah pada Bahar. Padahal itu adalah teleponnya yang kedua dalam dua minggu ini setelah telepon pertamanya yang ‘nakal’ itu (baca Oase 6). Aku tak ingin merasa bahwa sejak dekat dengan Pak Gunawan, aku seperti tak mengharapkan lagi telepon dari Bahar.

Malam itu sepulangku dari Boulevard, Pak Roy menyampaikan pesan telepon itu. Dan selanjutnya malam itu aku sengaja nongkrong di dekat telepon sambil baca-baca majalah. Baru sekitar pukul 10 telepon itu akhirnya berdering. Langsung kuangkat. Dan suara Bahar terdengar bersemangat di seberang sana.

“Apa kabar Mas?” sapanya hangat
“Baik. Abang gimana?” balasku
“Baik juga. Lumayan sibuk. Mas Har tadi sedang kemana?”

Aku agak tercekat. Tapi aku jawab apa adanya, bahwa aku diajak keluar Pak Gunawan, Kepala Mess, ke Boulevard. Bahar tidak bertanya lebih lanjut siapa itu Pak Gunawan. Kami lalu ngobrol ini dan itu, terutama mengenai pekerjaan kami masing-masing.

Di sela-sela pembicaraan di telepon itu, aku sempat terdiam beberapa kali. Bukan apa-apa, mendengar suara Bahar aku jadi merasa bersalah bila teringat bahwa saat ini aku tengah dekat dengan Pak Gun.

“Mas, sudah mau tidur ya?” tanya Bahar mencoba membaca sikapku
“Beluum. Aku sengaja kok nunggu telepon dari Bang Bahar”
“Kangen ya?” canda Bahar
“Ya!” kataku cepat, tapi kembali aku merasa bersalah. Meskipun saat itu aku memang benar-benar kangen sama dia.



Beberapa kali Bahar mencoba mencandaiku dengan kata-katanya yang kocak, hangat dan kadang-kadang mesra.

“Bagaimana? kesepian nggak?” tanyanya
“Pake nanya lagi!” kataku merajuk
“Tahan nggak?”
“Nggaakk!” aku menjawab dengan nada kheki tapi sedikit becanda
“Abang sendiri gimana?” gantian aku yang bertanya
“Tergantung!” jawabnya seenaknya
“Tergantung apa?”
“Tergantung yang menggantung..”
“Hush! mulai deh..” Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Istriku Tanpa CD Demi Menggoda Temanku 2

 Biodataviral.com - Aku sempat terhenyak ketika ia berusaha memelukku. Kaget dan merasa risih karena aku masih berkeringat. Tapi ia memaksa. Dan akhirnya aku pun ‘terpaksa’ pasrah dipeluk olehnya. Ini adalah puncak dari kejutan-kejutan yang dilakukannya sejak di halaman depan tadi.

Terasa dada kami saling berdeburan. Helaan dan tarikan nafas kami saling beradu. Ada rasa kangen yang seolah ingin kami tumpahkan. Dan tanpa kusadari pipi kami saling bersentuhan. Lalu bibirnya kurasakan mulai bergeser menyentuh tulang rahangku. Nafasnya hangat di sana.


Dan ketika bibir yang padat itu mulai menyentuh pipi kiriku, kemudian bibirku, aku merasakan seluruh sendiku melemas. Lolos. Ringan. Seperti melayang. Aku seperti melayang! Padahal Pak Gun hanya melumat bibirku beberapa saat. Tangannya lalu memeluk kepalaku lagi dan membenamkannya ke lehernya yang tengadah. Kudengar ia menarik nafas dan makin erat memelukku.

“Bapak kangen, Har..” ia berdesah lirih. Dan aku tersentuh.

Tersentuh bukan karena apa-apa. Di saat suasana hati yang sedang berusaha kubuat sedingin mungkin karena sikap Bahar di telepon kemarin, suara Pak Gun menjadi satu kehangatan yang seketika mencairkan kebekuan itu. Dan rasa kesalku yang masih ada seolah mendorongku untuk memasabodokan segala tentang Bahar dan menerima ‘permintaan maaf’ Pak Gun siang ini yang telah disampaikannya dengan cara yang sentimentil.

“Bagaimana kabar Abangmu?” ia mencoba bertanya

Tapi pertanyaan itu tak kujawab. Malah kurasakan mukaku jadi kecut mendengar Pak Gun menyinggung kembali masalahku dengan Bahar.

“Ya sudah.. Bapak cuma nanya saja kok, siapa tahu bisa menenangkan pikiranmu..” suaranya mulai romantis.



Kembali Pak Gun menatapku. Kali ini pandangannya lebih teduh. Ada senyum tipis di balik kumisnya yang khas itu. Kuberanikan untuk membalas senyuman itu dengan kecupan. Dia merespon. Dan kami pun tenggelam lagi dalam ciuman-ciuman yang dalam. Dan lebih lama.

“Mau dimandiin?” katanya di sela-sela pagutan bibirnya.

Dimandiin?, “Hhmmhh..” aku hampir ketawa tapi mulutku segera dibungkamnya lebih ketat.

“Mau?” tanyanya lagi, kali ini sambil melepas pagutannya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia