Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Boleh Ngentot Istriku Asal Crot di Anus

 Piool.com - Bahar lalu mulai membelitkan kedua kakinya pada pinggangku dan akupun lalu berusaha memeluk dia sambil kuciumi bibirnya dengan bernafsu. Nafas kami saling memburu dan erangan kami tersendat oleh mulut kami yang terus lumat berciuman. Tubuh kami telah menyatu. Benar-benar menyatu dan lengket tak mau lepas. Bagai dua ekor anjing ketika sedang kawin.


Kunaik-turunkan pantatku, karena kurasakan jalan masuk yang semakin lancar saja. Sementara di bawah sana kaki Bahar melingkar mendesak-desak makin erat seolah meminta aku melakukan tusukan lebih dalam lagi.

Sesekali kulakukan gerakan-gerakan erotis; memutar dan mengulir bergantian, membuat Bahar makin meningkatkan belitan kakinya. Kuku tangannya terasa mencengkeram punggungku. Dalam kondisi biasa mungkin aku sudah kesakitan dicengkeram seperti itu.

Suara lenguhan kami makin keras terdengar. Bagai kerbau tengah terluka. Melenguh, mengerang, lalu melenguh lagi. Kenikmatan..

Sosoknya memang bagai kerbau. Kulit dan dagingnya tebal lagi liat. Tubuhnya kekar dengan bagian-bagian tertentu berotot kokoh. Kulitnya yang gelap, makin mendekatkan perumpamaan itu. Dan saat ini kerbau itu tengah menggelepar-gelepar penuh keringat di bawah tubuhku. Bunyi lenguhannya setiap kali terdengar seiring hujaman yang kulakukan. Kadang ia mengerang bila aku sedikit saja mengendurkan aksiku. Seolah tak rela aku menarik nafas barang sejenak, dan menuntutku untuk terus membuatnya tersentak-sentak.

Ternyata, nikmat sekali rasanya permainan seperti ini. Seluruh otot di kemaluanku bagai meluncur-luncur, serasa dipijit-pijit dan diremas-remas oleh sesuatu yang lembut dan licin. Apalagi bila Bahar melakukan konstraksi pada otot cincin yang ada di celah tubuhnya itu. Rasanya seperti menjepit lalu mengisap-isap dan menyedot batangku. Membuat mulutku megap-megap saking enaknya.

Bahar sendiri tampaknya sangat, sangat meresapi permainan ini. Matanya kulihat ‘merem-melek’ menikmati setiap genjotanku dan mulutnya sebentar-sebentar menguncup dan mengeluarkan suara mendesis, seolah-olah menahan sesuatu yang tak kuat ditanggungnya.



Aku terus berusaha membantu dia untuk mencapai puncak kenikmatannya. Batang kemaluannya yang beberapa saat luput dari perhatianku, kali ini mulai kugenggam. Ujungnya sudah basah penuh cairan. Precumnya banyak sekali! Ketika kucoba melakukan gerakan mengonani dia. Tubuh Bahar langsung menggeliat, punggungnya melengkung saking nikmatnya.

Ternyata gerakan tanganku yang naik turun itu membawa kenikmatan tidak hanya pada dia, tapi juga padaku, karena otot di sekitar pantatnya jadi ikut ketarik dan berkonstraksi seiring gerakan kocokanku. Batang kemaluanku makin terasa bagai diisap-isap oleh lubangnya yang rasanya makin licin itu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia