Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Istriku Tanpa CD Demi Menggoda Temanku 2
Biodataviral.com - Aku sempat terhenyak ketika ia berusaha memelukku. Kaget dan merasa risih karena aku masih berkeringat. Tapi ia memaksa. Dan akhirnya aku pun ‘terpaksa’ pasrah dipeluk olehnya. Ini adalah puncak dari kejutan-kejutan yang dilakukannya sejak di halaman depan tadi.
Terasa dada kami saling berdeburan. Helaan dan tarikan nafas kami saling beradu. Ada rasa kangen yang seolah ingin kami tumpahkan. Dan tanpa kusadari pipi kami saling bersentuhan. Lalu bibirnya kurasakan mulai bergeser menyentuh tulang rahangku. Nafasnya hangat di sana.
Dan ketika bibir yang padat itu mulai menyentuh pipi kiriku, kemudian bibirku, aku merasakan seluruh sendiku melemas. Lolos. Ringan. Seperti melayang. Aku seperti melayang! Padahal Pak Gun hanya melumat bibirku beberapa saat. Tangannya lalu memeluk kepalaku lagi dan membenamkannya ke lehernya yang tengadah. Kudengar ia menarik nafas dan makin erat memelukku.
“Bapak kangen, Har..” ia berdesah lirih. Dan aku tersentuh.
Tersentuh bukan karena apa-apa. Di saat suasana hati yang sedang berusaha kubuat sedingin mungkin karena sikap Bahar di telepon kemarin, suara Pak Gun menjadi satu kehangatan yang seketika mencairkan kebekuan itu. Dan rasa kesalku yang masih ada seolah mendorongku untuk memasabodokan segala tentang Bahar dan menerima ‘permintaan maaf’ Pak Gun siang ini yang telah disampaikannya dengan cara yang sentimentil.
“Bagaimana kabar Abangmu?” ia mencoba bertanya
Tapi pertanyaan itu tak kujawab. Malah kurasakan mukaku jadi kecut mendengar Pak Gun menyinggung kembali masalahku dengan Bahar.
“Ya sudah.. Bapak cuma nanya saja kok, siapa tahu bisa menenangkan pikiranmu..” suaranya mulai romantis.
Artikel Terkait
Kembali Pak Gun menatapku. Kali ini pandangannya lebih teduh. Ada senyum tipis di balik kumisnya yang khas itu. Kuberanikan untuk membalas senyuman itu dengan kecupan. Dia merespon. Dan kami pun tenggelam lagi dalam ciuman-ciuman yang dalam. Dan lebih lama.
“Mau dimandiin?” katanya di sela-sela pagutan bibirnya.
Dimandiin?, “Hhmmhh..” aku hampir ketawa tapi mulutku segera dibungkamnya lebih ketat.
“Mau?” tanyanya lagi, kali ini sambil melepas pagutannya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...